Sistem Upah Dan Perencanaan Tingkat Upah
Ada tiga sistem pembayaran upah, yaitu:1. Sistem upah menurut waktu,
yang menentukan bahwa besar kecilnya upah yang akan
dibayarkan kepada masing-masing tenaga kerja, tergantung pad banyak
sedikitnya waktu kerja mereka.
Keuntungan sistem upah menurut waktu yaitu:
Keuntungan sistem upah menurut waktu yaitu:
- Para tenaga kerja tidak perlu terburu-buru di dalam menjalan kan pekerjaan, karena banyak-sedikitnya unit yang mampu mereka selesaikan tidak terpengaruh pada besar-kecilnya upah yang mereka terima. Dengan demikian kualitas barang yang diproduksi akan dapat terjaga.
- Bagi para tenaga kerja yang kurang terampil, sistem upah ini dapat
member ketengan dalam bekerja, karena walaupun mereka kurang bisa
menyelesaikan unit yang banyak, mereka akan tetap memperoleh upah yang
sama dengan yang diterima oleh tenaga kerja lain.
Kerugian sistem upah menurut waktu yaitu:
- Para tenaga kerja yang terampil akan mengalami kekecewaan, karena kelebihan mereka tidak dapat dimanfaatkan untuk memperoleh upah yang lebih besar dibandingkan para tenag kerja yang kurang terampil, sehingga tenaga kerja yang terampil kurang bersemangat dalam bekerja.
- Adanya kecenderungan para pekerja untuk bekerja lamban, karena
besar-kecilnya unit yang dihasilkan tidak berpengaruh pada
besar-kecilnya upah yang mereka terima.
2. Sistem upah menurut unit hasil,
yang menentukan besar-kecilnya upah yang diterima tenaga
kerja , tergantung pada banyaknya unit yang dihasilkan. Semakin banyak
unit yang dihasilkan , semakin banyak upah yang diterima.
Keuntungan sistem upah menurut unit hasil yaitu:
Keuntungan sistem upah menurut unit hasil yaitu:
- Para tenaga kerja yang terampil akan mempunyai semangat kerja yang tinggi, dan akan menunjukkan kelebihan keterampilannya, karena besar-kecilnya unit yang dihasilkan akan menetukan besar-kecilnya upah yang akan mereka terima. Akibatnya produktivitas perusahaan meningkat.
- Adanya kecenderungan pekerja untuk bekerja labih semangat, agar memperoleh upah yang lebih besar.
Kerugian sistem upah menurut unit hasil yaitu:
- Para pekerja akan bekerja terburu-buru, sehingga kualitas barang kurang terjaga.
- Para pekerja yang kurang terampil akan selalu memperoleh upah yang
rendah, akibatnya mereka kurang mempunyai semangat kerja.
3. Sistem upah dengan insentif,
yang menentukan besar-kecilnya upah yang
akan dibayarkan kepada masing-masing tenaga kerja tergantung pada waktu
lamanya bekerja, jumlah unit yang dihasilkan ditambah dengan insentif
(tambahan upah) yang besar-kecilnya didasarkan pada prestasi dan
keterampilan kerja pegawai. Sistem upah dengan insentif sering dianggap
sebagai gabungan antara sistem upah menurut waktu dengan sistem upah
menurut unit hasil. Sistem ini diharapkan akan memperoleh keuntungan
dari kedua sistem tersebut. Namun sistem ini juga memilki kerugian,
yaitu sistem ini memerlukan sistem administrasi yang rumit, sehingga
memerlukan tambahan pegawai di bagian administrasi.
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan tarif upah, yaitu dengan:
- Rata-rata tingkat upah. Penentuan tarif upah dalam suatu departemen atau pusat biaya dapat dilakukan dengan membuat estimasi jumlah pekerja dan tingkat upah, kemudian di hitung rata-rata upah.
- Rasio historis. Rasio historis antara jumlah upah yang dibayar dengan jumlah jam kerja langsung dalam suatu departemen dapat berubah bila kondisi berubah.
- Standar akuntansi. Penetapan tarif upah dapat sama dengan standar akuntansi biaya. Hal ini hanya dapat diterapkan jika perusahaan telah memakai sistem akuntansi biaya standar untuk upah, sehingga tidak perlu dibedakan antara standar dengan yang dianggarkan
No comments:
Post a Comment